11 Februari 2008

tata kota yang amburadul


Itulah kesimpulan dari kejadian-kejadian yang kita saksikan sejak awal Februari 2008 ini, pemerintah kota nga' ada kapoknya dengan kejadian tahun 2007 lalu, janji-janji waktu kampanye hasilnya nol....

he..he... acces menuju air port sukarno hatta mendadak jadi tambak selama 3 hari, istana kerendam, mobil dinas presiden mogok karena kemasukkan air di depan sarinah...

Kalau diperhatikan, masalah banjir di Jakarta mirip dengan masalah macet, sama-sama ruet dan kesalahan terletak pada penduduknya sendiri yang susah diajak kerja sama agar kota tempat kita mencari uang ini ya.. bisa sedikit terhindar dari banjir.

Penduduk kota ini yang kompleks buangettttt....  banyak maunya, ingin yang praktis, dan susah diberikan kebijakan yang sifatnya kekerasan.

Mereka yang dibantaran kali, lantas disuruh pindah protes, tapi pas kebanjiran protes juga sama kendaraan juga gitu saat mulai dibangun jalur Bus way...... wooo..... banyak masyarakat yang protes

Pemerintahnya setali tiga uang.... pengusaha kaya raya yang ingin menguruk sungai, mereklamasi laut diberi izin dengan seribu satu trik agar masyarakat awam nga' tau. banyak jalur hijau dan dialih fungsikan

Aku sebagai orang awam, merasa nyerah deh dengan urusan banjir, aku menilai alam sedang marah dengan warga ibu kota yang nga' mau ramah dengan nya penduduk dan alam sama-sama nga' mau kompromi. Ya jadinya jangan banyak berharap supaya banjir nga' melanda ibu kota ini, jangan salahkan hujannya, dan jangan salahkan air laut yang pasang, salahkanlah..........

Tidak ada komentar: