Sore itu aku melangkah menuju Masjid unuk Shalat Magrib, ditengah langkahku itu pandanganku tiba-tiba saja tertuju pada seorang penjual gorengan pikul yang sedang mangkal di pinggir jalan. Memang gorengan jualannya tidak begitu laris tapi ada pembelinya. Aku berfikir bagaimana dia bisa untung dengan harga-harga barang yang merupakan komponen pokok jualannya melambung tinggi. Minyak tanahnya langka, tepung terigu membumbung tinggi, tempe & Tahu sedikit langka, sedangkan dia harus bisa menjual dengan harga Rp500,00 saja.
Kalau diitung hitung berapa keuntungan dia, apakah dia mampu survival di masa yang bagi aku yang hanya melihat saja dan tak mampu berbuat banyak untuk membantunya cukup sulit ini???
Memang jika orang mau berusaha untuk menjemput rizki yang Allah sudah sebarkan ke seluruh permukaan bumi ini pasti ada saja yang dia dapat.
Mungkinkah dia merasa bingung harus berbuat apalagi selain berdagang gorengan, sedangkan dia harus mencukupi kebutuhan keluarga di kampung halamannya ?
Semoga saja Abang pedagang gorengan itu tetap istiqomah menghadapi membumbungnya harga terigu & minyak goreng, serta langkanya minyak tanah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar