Empat hal yang perlu ditangisi :
- Sebagai muslim cobalah kita untuk sesekali menagis dalam hidup ini dan meratapi hidup karena empat hal.
- Meratapi harta yang kita miliki. Kita berfkir:" jangan-jangan harta yang kita peroleh ini dengan jalan shubhat bahkan haram.
- Raga yang ada pada diri kita ini sudah digunakan untuk apa saja? Mungkin tubuh ini sudah banyak dengan dosa bahkam melakukan dosa besar.
- Pikiran yang kita anut adalah pikiran yang penuh liku-liku, bengkok dan tidak istiqomah dan telah membuang waktu dengn sia-sia.
- Jiwa kita yang penuh dengan kebusukan-kebusukan.
Empat type manusia
Shalat yang kita lakukan setiap hari hendaknya jangan dijadikan kewajiban tau beban, jadikanlah dan rasakanlah bahwa shalat kita itu merupakan sebuah kenikmatan dan keindahan.
Beribadah kepada Allah jangan dimulai ketika keadaan kita sudah miskin. Kemewahan jangan dijadikan penghalang untuk mendekatkan diri pada Allah. oleh karena itu ada empat type manusia
1. Manusia yang bahagia dunia dan akhirat
2. Bahagia dunia sengsara di akhiat
3. Orang yang miskin di dunia tetapi mewah diakhirat
4. Manusia yang melarat dunia dan akhirat.
Hiburlah hati kita senantiasa menghayati, mendalami dan menghidupi falsafah hidup. Juka sudah kehilangan itu maka tidak akan ada pembanding lagi. Seperti halnya orang miskin, ia tidak akan pernah merasakan bahagia jika tidak mau melihat perjuangan orang kaya, ia tidak mau berfikir bagaimana cara untuk bisa menjadi kaya serta mensyukuri akan nikmat yang telah Allah berikan.
Orang yang arif akan mampu merasakan apa yang dirasakan orang yang sedang menderita, jika sudah mempunyai rasa takut dan bertaqwa kepada Allah , maka kesabaran itu akan menajadi mudah. Apabila hawa nafsu dan syahwat telah menguasai hati dan fikiran kita maka itu merupakan faktor pemicu dosa langganan yang sering kita lakukan.
Faktor penyebab orang berbuat dosa yang selanjutnya adalah menunggu pemaafan dari Allah. kita seringkali lalai sehingga kita mengabaikan perintah Nya dan kita tak sadar hanut dan tenggelam dalam dosa karena dalam benak kiyta selalu berprasangka bahwa Allah maha pemaaf bagi hamba-hambanya.
Obat menyembuhkan dosa adalah tafakkur atau berzikir dab berfikir tentang siksa akhirat dan sebab-sebab terhalangnya seseorang memperoleh kenikmatan abadi.
Iman iyu memiliki 2 dimensi yang pertama sabar dan yang kedua syukur.
Jika seorang muslim mendapatkan musibah hendaknya dia bersabar, dan jika dia mendapatkan rahmat maka dia senatiasa bersyukur.
Orang yang melakukan sabar, dapat dumpamakan seseorang yang melakukan puasa. Dia tahan tidak makan dan minum samapi batas waktu yang telah ditentukan. Dari itulah orang yang berpuasa hanya Allah yang mengetahuinya berapa pahalanya.
dari: Ringkasan Pengajian Masjid Agung Sunda Kelapa oleh Prof DR. Nasaruddin Umar, MA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar